Jumat, 10 Agustus 2018

Jaringan Pada Tumbuhan Kelas XI


JARINGAN TUMBUHAN
A.Jaringan Meristem
ü  Jaringan meristem dapat diartikan sebagai sekumpulan sel dengan bentuk dan fungsi yang sama serta memiliki sifat meristematik.
ü  Sel-sel meristematik tersebut aktif membelah sehingga menghasilkan sel-sel anakan yang banyak. Sebagian sel-sel anakan tersebut ada yang tetap mempertahankan diri sebagai meristem sementara sel-sel anakan yang lain akan mengalami diferensiasi (perubahan bentuk dan fungsi).
ü  Sel-sel yang mengalami diferensiasi tersebut keluar dari meristem dan akhirnya menjadi tergabung ke dalam jaringan lain dan menjadi suatu bagian utama dari tumbuhan. Kelompok jaringan ini akan menjadi jaringan permanen.
Berdasarkan Letaknya Pada Batang Jaringan Meristem dibagi Tiga:
1)      Meristem Apikal
l  Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang.
l   Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Dewasa ini dipakai istilah apeks pucuk yang menjelaskan daerah awal pertumbuhan organisasi primer dalam pucuk, yakni terjadinya proses tumbuh, yang tak terbatas pada ujung itu saja.
l  Apeks pucuk yang sebenarnya adalah bagian yang terdapat tepat di atas primordium daun yang paling muda.
2) Meristem Interkalar
l  Meristem Interkalar adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa.
l  Meristem Interkalar merupakan turunan dari meristem apeks, ketika tumbuh dipisahkan dari apeks oleh daerah sel yang lebih dewasa.
l  Pada batang yang memiliki meristem interkalar, daerah buku akan menjadi dewasa lebih awal dan meristem interkalar terdapat dalam ruas.
l  Bagian ruas yang selnya ada pada taraf diferensiasi paling rendah adalah bagian dasar. Namun, ditemukan juga dibagian tengah atau atas ruas.
l  Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae).
3)Meristem Lateral
l  Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder.
l  Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan.
l  Ke dalam meristem lateral tercakup kambium pembuluh dan kambium gabus yang masing-masing menghasilkan jaringan pembuluh sekunder dan periderm.

Gambar 1. Meristem apical, interkalar dan lateral
http://efidalina.blogspot.com/2016/06/materi-jaringan-tumbuhan-monokotil-dan_10.html

Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :
  1. promeristem, adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio
  2.  meristem primer, merupakan jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa serta biasa ditemukan pada ujung batang (yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi) dan ujung akar (yang mengakibatkan akar bertambah dalam/panjang).
  3. meristem sekunder, yaitu jaringan meristem yang berasal dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi.Contoh : kambium (keluar membentuk kulit, ke dalam membentuk kayu)

Jaringan meristem dibagi menjadi 2 macam:
1.      Jaringan meristem primer
Berasal langsung dari sel-sel embrional.
Contohnya : meristem di ujung akar dan ujung batang, yang biasa disebut meristem apikal.
Aktivitas meristem ini mengakibatkan mengakibatkab akar dan batang tumbuh memanjang,Meristem primer akan menyebabkan pertumbuhan primer.
Jaringan yang terbentuk dari meristem primer disebut jaringan primer.
Daerah-daerah pada meristem primer mempunyai tingkat perkembangan sel berbeda-beda. Meristem ujung terdapat pada ujung batang. Di dekat meristem ujung terdapat promeristem dan daerah meristematik lain. Daerah ini terdiri dari sekelompok sel yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu dan terdiri dari tiga jenis jaringan (meristem primer) sebagai berikut.
      Protoderma, adalah bagian ini merupakan asal-usul jaringan kulit (epidermis).
      Prokambium, adalah bagian ini akan membentuk jaringan ikat pembuluh primer (xilem primer dan floem primer) dan kambium.
      Meristem dasar, adalah bagian ini akan membentuk jaringan dasar (parenkim) tumbuhan.


Gambar.2. Meristem Primer Akar


Gambar.3.Meristem Primer Batang 

2. Jaringan meristem sekunder
Berasal dari jaringan dewasa yang telah mengadakan diferensiasi dan berubah sifat jadi meristem. Misalnya jaringan parenkim dan kolenkim.
Meristem Sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengadakan diferensiasi, misalnya kambium gabus yang terjadi dari parenkim atau kolenkim, yang merupa-kan jaringan dewasa.

Contoh jaringan meristem sekunder yaitu kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.

Kambium terbentuk dari bagian prokambium yang tidak berdiferensiasi menjadi berkas pengangkut dan tetap mempertahankan sifat meristematiknya Kambium umumnya terdiri dari 2 tipe sel, yaitu:

Sel fusiform, sel ini bentuknya memanjang dengan ujung-ujung me-runcing dan Sel jari-jari, sel ini lebih kecil dari sel fusiform dan bentuknya mem-bulat.


Gambar.4. Kambium Gabus
https://www.atobasahona.com/2017/01/jaringan-meristem-pengertian-macam.html

B.Jaringan Permanen (dewasa)
         Merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil deferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem.
CIRI KHAS :
         Telah mengalami diferensiasi
         Pada umumnya tidak membelah lagi
         Bentuk permanen, rongga sel besar, dinding sel sudah mengalami penebalan

Bedasarkan fungsinya dibedakan menjadi;
1.      Epidermis
            Ciri:                       
·         selalu terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan
·         fungsi lapisan epidermis adalah melindungi bagian dalam organ bersangkutan dari keadaan seperti hilangnya air karena penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan
·         Beberapa modifikasi epidermis antara lain adalah  stomata, spina (duri), sel kipas, sel kersik, dan trikomata (rambut-rambut).


                          Gambar.5.Epidermis
http://pak.pandani.web.id/2016/09/ciri-ciri-jaringan-epidermis.html        

Sel epidermis daun mengalami modifikasi menjadi;
a.Stomata
         Merupakan turunan atau modifikasi dari jaringan epidermis pada daun. Fungsi sebagai pertukaran gas.
 b. Trikoma terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. Struktur yang menyerupai trikoma,  tetapi tidak besar dan terbentuk dari jaringan epidermis atau di bawah epidermis disebut emergensia, sedangkan apabila terbentuk dari jaringan stele disebut spina.
Peranan trikoma bagi tumbuhan, antara lain sebagai berikut.
a) Trikoma yang terdapat pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi penguapan.
b) Menyerap air serta garam-garam mineral.
c) Mengurangi gangguan hewan.


Gambar. 6. Stomata
http://liasalvina.blogspot.com/2014/11/kehilangan-air_10.html

Trikoma dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Trikoma Glanduler
      Trikoma glanduler merupakan trikoma yang dapat menghasilkan sekret. Trikoma glanduler dapat bersel satu atau banyak. Tumbuhan yang memiliki trikoma glanduler, contohnya, tembakau (Nicotiana tabacum) yangterletak pada daunnya.
Macam-macam trikoma glanduler antara lain:
(1) trikoma hidatoda, terdiri atas sel tangkai dan beberapa sel kepala dan mengeluarkan
           larutan yang berisi asam organik;
(2) kelenjar madu, berupa rambut bersel satu atau lebih dengan plasma yang kental dan
            mampu mengeluarkan madu ke permukaan sel permukaan sel;
(3) kelenjar garam terdiri atas sebuah sel kelenjar besar dengan tangkai yang pendek.
(4) Rambut gatal, berupa sel tunggal dengan pangkal berbentuk kantong dan ujung
             runcing. Isi sel menyebabkan rasa gatal.
                         
b) Trikoma Nonglanduler 
      Trikoma ini tidak menghasilkan sekret. Macam-macam Trikoma nonglanduler, antara lain:
(1) rambut sisik, misalnya pada daun durian;
(2) rambut bercabang, misalnya pada daun waru;
(3) rambut akar.
                                        

Gambar.7.Trikoma
https://www.edubio.info/2015/08/epidermis-tumbuhan-dan-derivatnya.html

2.Jaringan Dasar (Parenkim)
ü  Disebut jaringan dasar karena jaringan ini menyusun sebagian besar jaringan baik pada akar, batang, daun, maupun buah.
ü  Ciri-ciri jaringan parenkim yang membedakanya dengan jaringan lain adalah :
  •   sel-selnya merupakan sel hidup yang berukuran besar dan tipis, serta umumnya berbentuk segi enam;
  •  memiliki banyak vakuola;
  •  letak inti sel mendekati dasar sel;
  • mampu bersifat merismatik karena dapat membelah diri;
  • memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.

Gambar.8.Parenkim


3.Jaringan Penyokong
ü  dikenal juga dengan nama jaringan mekanik, jaringan penunjang, atau jaringan penguat.
ü  jaringan inilah yang menunjang bentuk tumbuhan hingga dapat berdiri dengan kokoh.
ü  memiliki sel-sel dengan dinding sel yang tebal dan kuat, juga karena sel-selnya telah mengalami spesialisasi. Jaringan penyokong berfungsi untuk:   
  • menguatkan/menegakkan batang dan daun,
  • melindungi biji atau embrio,
  • melindungi berkas pengangkut (vaskuler).
  • Ada 2 jenis jaringan penyokong, yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.


1)      Jaringan Kolenkim
             Sifat utama dari jaringan kolenkim adalah :
Ø  sel-sel penyusunnya hidup dan dinding selnya banyak mengandung selulosa.
Ø  Sifatnya mirip jaringan parenkim, dan dapat dianggap sebagai jaringan parenkim khusus yang menunjang organ muda pada tumbuhan.
Ø  Kolenkim terdapat langsung di bawah atau dekat permukaan batang muda dan tangkai daun muda, namun jarang ditemukan pada akar.
Ø  Sel-sel kolenkim mengalami penebalan di sudut-sudut selnya, tidak merata pada seluruh permukaan dinding sel. Dinding selulosa yang tebal pada kolenkim menyebabkan organ bersangkutan memiliki sifat lentur.
Ø  Kolenkim baik sekali untuk menopang organ yang aktif tumbuh karena sel-selnya dapat meregang untuk menyesuaikan diri dengan perpanjangan organ.


2)      Jaringan Skelerenkim
Ø  Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penunjang pada organ tumbuhan yang telah dewasa.
Ø  Sel-sel dewasa jaringan skerenkim telah mati dan memiliki dinding sel yang tebal, biasanya berlignin (mempunyai zat kayu)
Ada 2 kelompok besar jaringan sklerenkim, yaitu :
a)      Serabut/serat. Serabut merupakan sel yang panjang dan sempit yang berujung runcing. Sel-sel ini biasanya berkumpul menjadi sebuah jalur panjang, sementara ujung-ujungnya yang runcing bertumpang tindih dan menyatu dengan kuat. Serabut sklerenkim terdapat pada sebagian besar bagian tumbuhan.
b)      Sklereid merupakan sel-sel tumbuhan yang telah mati, bentuknya bervariasi dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan. Sklereid dapat dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok kecil di antara sel-sel lain, misalnya butiran pada daging buah jambu biji dan buah pir.
Sklereid pada batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.


Gambar.9.Kolenkim dan Skelerenkim
https://apaperbedaan.com/kolenkim-dan-sklerenkim/

4.Jaringan Pembuluh
Nama lain jaringan pengangkut adalah berkas vaskular.
Jaringan pengangkut ini berfungsi mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian ke bagian lain tumbuhan.
Jaringan pengangkut pada tumbuhan di bagi menjadi dua kelompok berdasarkan fungsinya,

1) Xilem
Xilem (pembuluh kayu) berfungsi untuk menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun.
Xilem tersusun dari parenkim dan serabut, serta trakeid, dan komponen pembuluh (trakea).
Xilem berfungsi menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun.
Jaringan xilem mengandung sel-sel parenkim dan serabut xilem yang fungsinya seperti pada  serabut floem.

2)Floem
ü  Floem (pembuluh tapis) merupakan jaringan yang berfungsi mengangkut lalu menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
ü  Jaringan floem sangat rumit, terdiri atas berbagai macam bentuk sel dan diantaranya ada yang masih hidup dan ada pula yang telah mati.
ü  Komponen floem antara lain adalah parenkim floem yang berfungsi menyimpan cadangan makanan dan berperan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang lain.
ü  Serabut floem merupakan jaringan sklerenkim yang berfungsi untuk memperkuat jaringan pembuluh. Selain itu, komponen lain dari floem adalah pembuluh tapis dan sel pengiring/penyerta



Gambar.10.Xylem dan Floem
https://komputerizam.files.wordpress.com/2012/04/jaringanfloem.jpg
              
        Tipe berkas pengangkut 
1.Ikatan Pembuluh Kolateral
  Suatu ikatan pembuluh angkut yang terbentuk dari xilem dan floem yang letaknya bersebelahan dalam satu jari-jari yang sama. Xilem berada di bagian dalam dan floem di bagian luar.
Tipe ini dibedakan menjadi:
a) Kolateral terbuka, apabila antara xilem dan floem     terdapat kambium. 

b) Kolateral tertutup, apabila antara xilem dan floem     tidak terdapat kambium. Contoh:  pada tumbuhan     monokotil.

Gambar.11.Kolateral Terbuka dan Tertutup

c) Bikolateral merupakan tipe ikatan pembuluh dimana xilem diapit oleh  floem luar   dan  floem dalam. Contohnya, pada tumbuhan  Solanaceae (Suku terung-terungan)


Gambar.12.Bikolateral

d)      Disebut tipe konsentris, yaitu bila jaringan pengangkut yang ada terletak di tengah-tengah, sedangkan unsur jaringan pengangkut lainnya mengelilingi unsur yang berada di tengah itu. Pada tipe konsentris letak xilem dikelilingi floem atau sebaliknya.
Tipe konsentris dibedakan menjadi dua.



Gambar.13.Konsentris
https://biologigonz.blogspot.com/2010/03/jaringan-tumbuhan-1.html


1) Konsentris amphikribral

Pada tipe ini letak xilem berada di tengah-tengah, dan floem mengelilingi xilem tersebut. Umumnya dijumpai pada tumbuhan golongan paku-pakuan (Pteridophyta).

2) Konsentris amphivasal
Pada tipe ini letak amphivasal floem berada di tengah-tengah, sedangkan xilem mengelilingi floem tersebut. Contohnya pada  Cirdyline sp. dan rhizoma Jeringau (Acorus calamus) .

e.Radial
Tipe radial terjadi bila xilem dan floem bergantian menurut arah jari-jari lingkaran. Contoh terdapat pada akar primer dikotil dan akar tumbuhan monokotil.

Gambar.14.Radial
https://biologigonz.blogspot.com/2010/03/jaringan-tumbuhan-1.html            

5.Jaringan Gabus
ü  Jaringan gabus sering berfungsi menggantikan epidermis ketika lapisan epidermis tersebut rusak karena usia atau faktor lain sehingga jaringan lain di bawahnya terlindung  dari kehilangan banyak air dan gangguan mekanik.
ü  Jaringan gabus tersebut membentuk jaringan ke arah dalam yang tersusun dari sel-sel hidup dan dinamakan feloderm. Sebaliknya, kambium gabus membentuk jaringan ke arah luar yang tersusun dari sel-sel mati yang dinamakan felem.
ü  Felem inilah yang bersifat tidak tembus air (impermeabel) karena dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin.


Gambar.14.Jaringan Gabus

https://www.emaze.com/@AZZFQTLO/Jaringan-Pengangkut&Gabus

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Posting Komentar