Sabtu, 15 September 2018

Senin, 10 September 2018

Minggu, 12 Agustus 2018

Lembar Kegiatan Struktur Tumbuhan


A.  Judul
Struktur Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya

B.   Tujuan
Mengamati struktur tumbuhan dan fungsinya.
                    
C.   Alat & Bahan
  i)Alat tulis
 ii)5 jenis bunga yang berbeda
iii)Silet

D.  Cara Kerja
1.    Amati, gambar, dan beri keterangan bagian-bagian bunga yang sudah disiapkan.
2.   Catat hasil pengamatan ke tabel pengamatan.
3.   Dengan menggunakan silet, belahlah putik secara membujur.
4.   Amati, gambar, dan berilah keterangan bakal buah dan bakal biji yang terlihat

E.   Hasil Pengamatan

        Tabel pengamatan
No
Nama Bunga
Bagian Bunga
Kelopak
Mahkota
Putik
Benang Sari
1

  



2




3




4





5







NO
Nama Daun
Tulang Daun























F.   Pertanyaan
1.    Jaringan apa sajakah yang menyusun akar, batang, dan daun ? Apakah fungsi tiap jaringan tersebut ?
2.   Apa perbedaan akar, batang, dan daun pada tanaman jagung (monokotil) dengan kacang tanah (dikotil) ?
3.   Mengapa batang pohon alpuket bisa membesar, sedangkan pohon kelapa tidak bisat ?
4.   Disebut bunga apakah bunga yang memiliki putik dan benang sari ?
5.   Berfungsi sebagai apakah:
a)   Kelopak bunga dan mahkota bunga
b)  Benang sari dan putik
6.   Jelaskan kesimpulan dari percobaan ini ?



Jumat, 10 Agustus 2018

Katabolisme Karbohidrat


II. KATABOLISME KARBOHIDRAT
ü  Proses penguraian atau pemecahan karbohidrat untuk menghasilkan energy dalam bentuk ATP.
ü  Terjadi didalam sel disebut dengan respirasi internal (respirasi sel).

A.RESPIRASI AEROB
      Respirasi aerob adalah peristiwa pembakaran zat makanan menggunakan oksigen dari pernapasan untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Selanjutnya, ATP digunakan untuk memenuhi proses hidup yang selalu memerlukan energi.
      Respirasi aerob disebut juga pernapasan, dan terjadi di paru-paru. Sedangkan, pada tingkat sel respirasi terjadi pada organel mitokondria. Secara sederhana, reaksi respirasi adalah sebagai berikut: 
      Bila bahan baku respirasi aerob berupa glukosa (heksosa) maka reaksi keseluruhan respirasi adalah: C6H12O6 + 6O2 → 6H2O + 6CO2 + 686 kal
Reaksi respirasi aerobik dibedakan menjadi tiga tahapan yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif dan daur Krebs, serta rantai transportasi elektron respirasi dengan fosforilasi oksidatif.
1.      GLIKOLISIS
q  Glikolisis adalah rangkaian reaksi kimia penguraian glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat (senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan ATP.
q  NADH (Nikotinamida Adenina Dinukleotida Hidrogen) adalah koenzim yang mengikat elektron (H), sehingga disebut sumber elektron berenergi tinggi.
q  ATP (adenosin trifosfat) merupakan senyawa berenergi tinggi. Setiap pelepasan gugus fosfatnya menghasilkan energi.
q  Glikolisis memiliki sifat-sifat, antara lain: glikolisis dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob,
q  Glikolisis melibatkan enzim ATP dan ADP, serta peranan ATP dan ADP pada glikolisis adalah memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang satu ke molekul yang lain.
q  Setiap 1 molekul glukosa menghasilkan 2 molekul asam piruvat, 2 molekul NADH (nikotinamide adenine dinucleotide), 2 molekul ATP dan 2 molekul H2O.


Tahapan Glikolisis
Ada 10 langkah dalam tahapan glikolisis, yaitu:
1)Fosforilasi Glukosa
ü     Tahap pertama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus fosfat). Terjadi      pemindahan gugus fosfat dari ATP ke glukosa pada atom C nomor 6 sehingga     membentuk glukosa 6 fosfat. Diperoleh energy bebas dari penguraian ATP menjadi    ADP dengan bantuan enzim heksokinase.
ü      Reaksi keseluruhan dapat diringkas sebagai berikut:
ü      Glukosa (C6H12O6) + + ATP heksokinase → Glukosa 6-Fosfat (C6H11O6P1) + ADP
2) Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh enzim fosfohexosa isomerase.
3)Fruktosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 1,6-bifosfat, reaksi ini dikatalisis oleh enzim  fosfofruktokinase. Dalam reaksi ini dibutuhkan energi dari ATP.
4)Fruktosa 1,6-bifosfat (6 atom C) akan dipecah menjadi gliseraldehida 3-fosfat (3 atom C) dan dihidroksi aseton fosfat (3 atom C). Reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim aldolase.
5) Satu molekul dihidroksi aseton fosfat yang terbentuk akan diubah menjadi gliseraldehida 3-fosfat oleh enzim triosa fosfat isomerase. Enzim tersebut bekerja bolak-balik, artinya dapat pula mengubah gliseraldehida 3-fosfat menjadi dihdroksi aseton fosfat.
6) Gliseraldehida 3-fosfat kemudian akan diubah menjadi 1,3-bifosfogliserat oleh enzim gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase. Pada reaksi ini akan terbentuk NADH.
7) 1,3 bifosfogliserat akan diubah menjadi 3-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat kinase. Para  reaaksi ini akan dilepaskan energi dalam bentuk ATP.
8) 3-fosfogliserat akan diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase.
9) 2-fosfogliserat akan diubah menjadi fosfoenol piruvat oleh enzim enolase.
10) Fosfoenolpiruvat akan diubah menjadi piruvat yang dikatalisis oleh enzim piruvat kinase. Dalam tahap ini juga dihasilkan energi dalam bentuk ATP.



pengertian glikolisis adalah, glikolisis aerobik adalah, proses glikolisis anaerob adalah, arteri glikolisis adalah, glikolisis dan siklus krebs ppt, glikolisis di sitoplasma, glikolisis daur krebs dan transpor elektron, glikolisis dan tahapannya, glikolisis dan hasilnya, glikolisis dalam metabolisme, glikolisis daur krebs, glikolisis dalam sitoplasma, glikolisis glikogenesis glikogenolisis, glikolisis glukoneogenesis, glikolisis jurnal pdf, glikolisis merupakan proses perubahan glukosa menjadi, glikolisis menghasilkan produk, glikoliz nedir, glikolisis adalah perubahan senyawa, reaksi glikolisis adalah proses perubahan, glikolisis pada respirasi aerob, glikolisis pengertian, glikolisis pada eritrosit, glikolisis adalah reaksi pemecahan molekul glukosa di dalam sitosol menghasilkan, glikolisis pada respirasi adalah, glikolisis terjadi dimana, glikolisis terjadi pada, glikolisis terjadi di sitosol, tahapan glikolisis terjadi di, peristiwa glikolisis terjadi di dalam, mengapa glikolisis terjadi di sitosol, glikolisis aerob terjadi di, peristiwa glikolisis terjadi di dalam organel, glikolisis di dalam sel terjadi pada, mengapa glikolisis terjadi di sitoplasma, glikolisis terjadi perubahan, tahapan reaksi glikolisis terjadi di, tahap reaksi glikolisis terjadi di, tahap glikolisis terjadi di, glikolisis anaerob peragian, glikolisis anaerob ppt, pengertian glikolisis anaerob, skema glikolisis anaerob, penjelasan glikolisis anaerob, bagan glikolisis anaerobik, siklus glikolisis anaerob, definisi glikolisis anaerobik, glikolisis pada respirasi anaerob akan mengubah molekul glukosa menjadi, arti glikolisis anaerob, perbedaan glikolisis anaerob dan fermentasi alkohol, persamaan glikolisis anaerob dan fermentasi alkohol, glikolisis aerob dan anaerob pdf, glikolisis aerob dan anaerob karbohidrat, definisi glikolisis anaerob, glikolisis secara aerob dan anaerob, glikolisis anaerob menghasilkan, glikolisis pada respirasi anaerob menghasilkan, mekanisme glikolisis anaerob, makalah glikolisis anaerob, metabolisme glikolisis anaerob peragian, glikolisis pada anaerob, proses glikolisis pada anaerob, proses glikolisis anaerob, perbedaan glikolisis anaerob dan aerob, proses glikolisis anaerob pdf, glikolisis pada respirasi anaerob, proses glikolisis secara anaerob, tahap glikolisis secara anaerob, hasil akhir glikolisis secara anaerob, tahapan glikolisis anaerob, tahap glikolisis anaerob, siklus glikolisis pdf, metabolisme glikolisis pdf, glikolisis aerob pdf, tahap glikolisis pdf, makalah glikolisis pdf, mekanisme glikolisis pdf, proses glikolisis pdf, tahapan glikolisis pdf, peranan glikolisis dan siklus krebs pada biosintesis, perbedaan glikolisis dan siklus krebs, hasil glikolisis dan siklus krebs, makalah glikolisis dan siklus krebs, tahapan glikolisis dan siklus krebs, tahap glikolisis dan siklus krebs, penjelasan glikolisis dan siklus krebs, gambar glikolisis dan siklus krebs, peranan glikolisis dan siklus krebs, tahapan glikolisis dan siklus krebs pada proses respirasi, mengapa glikolisis dan siklus krebs termasuk katabolisme, respirasi glikolisis dan siklus krebs, artikel glikolisis dan siklus krebs, apa peranan glikolisis dan siklus krebs pada biosintesis, hasil akhir glikolisis dan siklus krebs, perbedaan antara glikolisis dan siklus krebs, reaksi antara glikolisis dan siklus krebs, perbedaan atp glikolisis dan siklus krebs, apa peranan glikolisis dan siklus krebs, apa peranan glikolisis dan siklus krebs dalam biosintesis, zat yang dihasilkan dari tahap glikolisis dan siklus krebs adalah, jelaskan perbedaan antara glikolisis dan siklus krebs, hubungan glikolisis siklus krebs dan transpor elektron adalah, perbandingan antara glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, hasil akhir glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, hubungan antara glikolisis siklus krebs dan sistem transpor elektron, perbedaan antara glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, bagan glikolisis dan siklus krebs, beda glikolisis dan siklus kreb, tempat berlangsungnya glikolisis dan siklus krebs, senyawa berenergi tinggi dalam glikolisis dan siklus krebs, peranan glikolisis dan siklus krebs dalam biosintesis, hasil dari glikolisis dan siklus krebs, hasil dari proses glikolisis dan siklus krebs, perbedaan glikolisis siklus krebs dan transpor elektron dalam bentuk tabel, glikolisis siklus krebs transpor elektron, perbedaan glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, hubungan glikolisis dan siklus krebs, hasil glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, jelaskan proses glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, makalah glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, proses glikolisis dan siklus krebs, proses glikolisis dan siklus kreb, hasil proses glikolisis dan siklus krebs, perbedaan glikolisis siklus krebs dan rantai transpor elektron, skema glikolisis dan siklus krebs, gambar siklus glikolisis dan siklus krebs, skema glikolisis siklus krebs dan transpor elektron, senyawa yang dihasilkan dalam proses glikolisis dan siklus krebs, hubungan glikolisis siklus krebs transpor elektron, perbedaan glikolisis siklus krebs transpor elektron, hubungan glikolisis siklus krebs transpor elektron adalah, bagan glikolisis siklus krebs transpor elektron, hubungan glikolisis siklus kreb transpor elektron, tempat terjadinya glikolisis dan siklus krebs, hubungan glikolisis siklus krebs dan transpor elektron untuk pembentukan atp, zat yang dihasilkan dari tahap glikolisis dan siklus krebs, perbedaan atp yang terdapat pada glikolisis dan siklus krebs, glikolisis dan glukoneogenesis ppt, perbedaan glikolisis dan glukoneogenesis, regulasi glikolisis dan glukoneogenesis, proses glikolisis dan glukoneogenesis, pengertian glikolisis dan glukoneogenesis, persamaan glikolisis dan glukoneogenesis, makalah glikolisis dan glukoneogenesis, perbedaan jalur glikolisis dan glukoneogenesis, perbedaan glikolisis glikogenolisis dan glukoneogenesis, perbedaan antara glikolisis dan glukoneogenesis, glukoneogenesis dan glikolisis diatur secara berlawanan, pengertian glikolisis glukoneogenesis dan glikogenolisis, glycolysis gluconeogenesis glycogenolysis, jelaskan perbedaan glikolisis dan glukoneogenesis, perbedaan reaksi glikolisis dan glukoneogenesis, proses glikolisis ppt, glikolisis aerob ppt, siklus glikolisis ppt, tahap glikolisis ppt, powerpoint glikolisis ppt, contoh ppt glikolisis, reaksi glikolisis ppt, ppt siklus glikolisis, ppt tentang glikolisis, tahapan glikolisis ppt, proses glikolisis karbohidrat, pada glikolisis karbohidrat diurai menjadi, tahapan glikolisis karbohidrat, tahap glikolisis karbohidrat, jurnal glikolisis karbohidrat, proses glikolisis karbohidrat bagi tubuh, glikolisis pada katabolisme karbohidrat, jalur metabolisme karbohidrat glikolisis anaerob, proses glikolisis metabolisme karbohidrat, mekanisme glikolisis pada karbohidrat, proses glikolisis pada karbohidrat, persamaan glikolisis anaerobik dan aerobik, bagan metabolisme glikolisis anaerobik, mekanisme glikolisis anaerobik, proses glikolisis anaerobik, pengertian glikolisis anaerobik, laporan praktikum biokimia glikolisis dalam sel ragi, laporan biokimia glikolisis dalam sel ragi, laporan praktikum glikolisis dalam sel ragi, laporan praktikum glikolisis sel ragi, uji glikolisis pada sel ragi, glikolisis aerobik dan anaerobik, pengertian glikolisis aerobik, persamaan glikolisis aerobik dan anaerobik, glikolisis an aerobik, perbedaan glikolisis aerobik dan anaerobik, proses glikolisis aerobik, proses glikolisis biokimia, glikolisis dalam biokimia, tahapan glikolisis biokimia, siklus glikolisis biokimia, makalah biokimia glikolisis, laporan biokimia glikolisis, jurnal biokimia glikolisis, materi biokimia glikolisis, soal biokimia glikolisis, pengertian glikolisis dalam biokimia, glikolisis pada tanaman, reaksi glikolisis pada tumbuhan, peristiwa glikolisis pada sel tumbuhan terjadi di, proses glikolisis pada tumbuhan, tahapan glikolisis pada tumbuhan, perbedaan glikolisis glikogenesis, glikolisis glikogenolisis adalah, perbedaan glikolisis dan glikogenesis, proses glikolisis dan glikogenolisis, reaksi glikolisis dan glikogenesis, jelaskan perbedaan glikolisis dan glikogenesis, pengertian proses glikolisis dan glikogenesis, perbedaan glikogenesis glikogenesis dan glikolisis, glikolisis glikogenesis glikogenolisis glukoneogenesis, pengertian glikolisis glikogenesis, proses glikolisis glukosa menjadi asam piruvat, proses glikolisis glukosa menjadi piruvat, tahapan glikolisis glukosa 2 pgal 2 asam piruvat, glikolisis memerlukan glukosa sebanyak, reaksi glikolisis glukosa, pada glikolisis glukosa diubah menjadi, tahapan glikolisis glukosa, glikolisis menjadi glukosa, pada daur glikolisis glukosa diubah menjadi, pada peristiwa glikolisis glukosa diubah menjadi, hasil akhir glikolisis glukosa, pada proses glikolisis glukosa diubah menjadi, alur glikolisis dari glukosa dalam keadaan aerob, hasil glikolisis dari glukosa, glikolisis glukosa diubah menjadi glukosa fosfat dengan bantuan, reaksi glikolisis memerlukan glukosa sebanyak, glukosa mengalami glikolisis, glukosa mengalami glikolisis menghasilkan, glikolisis merupakan peristiwa pemecahan glukosa menghasilkan, pada glikolisis senyawa glukosa diubah menjadi, peristiwa glikolisis menghasilkan energi sebanyak, reaksi glikolisis aerob, skema glikolisis aerob, siklus glikolisis aerob, tahapan glikolisis aerob, gambar glikolisis aerob, glikolisis aerob atau anaerob, bagan glikolisis aerob, glikolisis aerob dan anaerob, definisi glikolisis aerob, hasil glikolisis aerob dan anaerob, mekanisme glikolisis aerob dan anaerob, persamaan glikolisis aerob dan anaerob, tahap glikolisis aerob dan anaerob, jalur glikolisis aerob dan anaerob, glikolisis aerob menghasilkan, pada glikolisis aerob 1 mol glukosa akan menghasilkan, pada glikolisis aerob 1 mol glukosa menghasilkan, metabolisme glikolisis aerob, proses glikolisis pada aerob, proses glikolisis aerob, pengertian glikolisis aerob, tahapan glikolisis respirasi aerob, proses glikolisis respirasi aerob, glikolisis dalam respirasi aerob, glikolisis pada reaksi aerob, hasil proses glikolisis respirasi aerob, proses glikolisis secara aerob, tahap glikolisis aerob, tabel perbedaan glikolisis anaerob dan glikolisis aerob, glikolisis aerob dan glikolisis anaerob, prinsip glikolisis adalah pengubahan senyawa, pada prinsipnya glikolisis adalah pengubahan senyawa, glikolisis anaerob menghasilkan atp, hasil proses glikolisis adalah, glikolisis pada proses respirasi, peristiwa glikolisis berlangsung di dalam, dimanakah glikolisis berlangsung di dalam sel, reaksi glikolisis akan berlangsung di dalam, reaksi glikolisis berlangsung di, peristiwa glikolisis berlangsung di, proses glikolisis berlangsung di, reaksi glikolisis berlangsung di dalam, proses glikoliz bakteri, glikolisis pada bakteri, proses glikolisis pada bakteri, bagan glikolisis beserta enzimnya, bagan glikolisis beserta enzim, bagan glikolisis lengkap, bagan glikolisis dan penjelasan, penjelasan bagan glikolisis, bagan diagram glikolisis, contoh bagan glikolisis, gambar bagan glikolisis anaerob, keterangan bagan glikolisis, bagan glikolisis beserta penjelasannya, bagan dari glikolisis, bagan proses glikolisis, bagan peristiwa glikolisis, bagan proses glikolisis dan penjelasannya, bagan reaksi glikolisis, bagan respirasi glikolisis, bagan tahapan glikolisis, bagan tahap glikolisis pada respirasi sel, bagan tentang glikolisis, proses glikolisis menghasilkan berapa atp, pada glikolisis menghasilkan berapa atp, berapa atp yang dihasilkan glikolisis, berapa atp yang dihasilkan pada glikolisis, dimanakah glikolisis berlangsung dalam sel, dimana glikolisis berlangsung dalam sel, pengertian glikolisis biologi, materi biologi glikolisis, biologi bab glikolisis, biologi tentang glikolisis, mengapa glikolisis berlangsung secara anaerob, dapatkah glikolisis berlangsung tanpa atp, tempat berlangsungnya glikolisis, dimanakah proses glikolisis berlangsung, proses berlangsungnya glikolisis, tahap glikolisis yang berlangsung dalam protoplasma, pada tahap glikolisis yang berlangsung dalam protoplasma, dimanakah proses glikolisis berlangsung dalam sel, proses glikolisis beserta enzimnya, siklus glikolisis beserta enzimnya, tahapan glikolisis beserta enzimnya, reaksi glikolisis beserta enzimnya, jelaskan tahapan glikolisis beserta enzimnya, tahap glikolisis beserta enzimnya, proses glikolisis dan enzim yang berperan, proses glikolisis dan enzim yang terlibat, gambar skema glikolisis dan penjelasannya, skema glikolisis beserta penjelasannya, ciri peristiwa glikolisis, ciri dari glikolisis, ciri ciri glikolisis, ciri ciri proses glikolisis, contoh reaksi glikolisis, contoh soal glikolisis, contoh makalah glikolisis, contoh gambar glikolisis, contoh reaksi glikolisis dalam proses metabolisme karbohidrat, contoh power point glikolisis, contoh pertanyaan tentang glikolisis, contoh laporan glikolisis, contoh dari glikolisis, contoh soal dan jawaban glikolisis, contoh proses glikolisis, contoh soal tentang glikolisis, cara kerja glikolisis, cara kerja glikolisis pada respirasi aerob, cara menghafal glikolisis, cara membaca glikolisis, cara menjelaskan glikolisis, cara menghitung glikolisis, cara proses glikolisis, pengertian glikolisis dan contohnya, sebutkan ciri ciri glikolisis, glikolisis dimana, glikolisis dihasilkan, glikolisis di sitosol, diagram glikolisis, dimana glikolisis terjadi, dimanakah glikolisis terjadi, proses glikolisis di sitosol, dalam glikolisis dihasilkan 4 molekul atp untuk setiap satu molekul glukosa

Gambar 1. Glikolisis
http://www.generasibiologi.com/2017/07/pengertian-tahapan-reaksi-metabolisme-katabolisme-karbohidrat.html





  • Tahapan memerlukan energi (langkah 1-3). Urutannya yakni glukosa ➡ glukosa-6 fosfat ➡ fruktosa-6 fosfat ➡ fruktosa 1,6 fosfat. Pada tahapan ini terdapat dua kali penambahan fosfat (P) yang berasar dari ATP. Perhatikan letak fosfat di gugus karbon untuk mempermudah menghafalkannya.
  • Tahapan pemecahan atom karbon / lisis (Langkah 4). Urutannya adalah fruktosa 1,6 fosfat ➡ fosfogliseraldehid (PGA). Pada langkah ini atom karbon yang semula berjumlah 6 dipecah menjadi dua sehingga masing-masing menjadi senyawa dengan 3 karbon.
  • Tahapan pelepasan energi (Langkah 5-9). Pada tahapan ini terjadi pelepasan energi berupa ATP. Kunci penting disini dimulai dari Fosfogliseraldehid terjadi penambahan fosfat anorganik dan menghasilkan NADH. Fosfogliresaldehid diubah menjadi 1,3 fosfogliserat yang memiliki dua fosfat. Ketika kedua fosfat tersebut dilepaskan, maka akan membentuk energi ATP.

2.Dekarboksilasi oksidatif 


Mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi senyawa baru yang beratom C dua buah, menjadi asetil koenzim-A (asetil ko-A) ber atom 2 c.

Reaksi dekarboksilasi oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs. Reaksi DO berlangsung di intermembran mitokondria.

Hasil 2 asetil ko-A, 2 NADH dan 2 Co2

dekarboksilasi oksidatif hasil, hasil dekarboksilasi oksidatif terdapat pada nomor, jelaskan dekarboksilasi oksidatif, jalur dekarboksilasi oksidatif, proses dekarboksilasi oksidatif pada katabolisme gula, kapan dekarboksilasi oksidatif terjadi, katabolisme dekarboksilasi oksidatif, dekarboksilasi oksidatif lengkap, lokasi dekarboksilasi oksidatif, langkah dekarboksilasi oksidatif, dekarboksilasi oksidatif mengandung arti, dekarboksilasi oksidatif menghasilkan, tahap dekarboksilasi oksidatif mengubah asam piruvat menjadi, tahap dekarboksilasi oksidatif menghasilkan, reaksi dekarboksilasi oksidatif menghasilkan, peristiwa dekarboksilasi oksidatif menghasilkan molekul, tahap dekarboksilasi oksidatif menghasilkan produk, mekanisme dekarboksilasi oksidatif, pada dekarboksilasi oksidatif molekul piruvat diubah menjadi, pada tahap dekarboksilasi oksidatif oksigen berperan sebagai akseptor hidrogen, proses dekarboksilasi oksidatif pada organisme eukariotik, dekarboksilasi oksidatif piruvat, produk dekarboksilasi oksidatif pada respirasi aerob adalah, proses dekarboksilasi oksidatif terbaru, produk dekarboksilasi oksidatif pada respirasi aerob, proses dekarboksilasi oksidatif secara singkat, peristiwa dekarboksilasi oksidatif, reaksi dekarboksilasi oksidatif, reaksi dekarboksilasi oksidatif mengubah, respirasi dekarboksilasi oksidatif, perbedaan glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, hubungan glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, proses glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, perbedaan glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs transpor elektron, keterkaitan glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, proses glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs transpor elektron, skema dekarboksilasi oksidatif, keterkaitan proses glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, substrat dekarboksilasi oksidatif, tabel perbedaan glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus krebs dan transpor elektron, sifat dekarboksilasi oksidatif, keterkaitan proses glikolisis dekarboksilasi oksidatif siklus kreb dan transpor elektron, struktur dekarboksilasi oksidatif, senyawa dekarboksilasi oksidatif, pada dekarboksilasi oksidatif terjadi proses perubahan, tahapan dekarboksilasi oksidatif, proses dekarboksilasi oksidatif yang terjadi pada organisme eukariotik, tujuan dekarboksilasi oksidatif, tahap dekarboksilasi oksidatif pada respirasi aerob, tabel dekarboksilasi oksidatif, proses dekarboksilasi oksidatif yang terjadi pada organisme eukariotik adalah, video dekarboksilasi oksidatif, dekarboksilasi oksidatif yaitu, proses dekarboksilasi oksidatif pada respirasi aerob adalah, proses respirasi aerob dekarboksilasi oksidatif, tahapan respirasi aerob dekarboksilasi oksidatif, dalam respirasi aerob terdapat peristiwa dekarboksilasi oksidatif yang merupakan reaksi, tahap respirasi aerob dekarboksilasi oksidatif, pada tahap dekarboksilasi oksidatif terjadi peristiwa, pada tahap dekarboksilasi oksidatif terjadi peristiwa apa, proses yang terjadi pada tahap dekarboksilasi oksidatif, reaksi yang terjadi pada tahap dekarboksilasi oksidatif, hasil dari tahap dekarboksilasi oksidatif asam piruvat pada respirasi aerob
Gambar.2.Dekarboksilasi Oksidatif
http://www.generasibiologi.com/2017/07/pengertian-tahapan-reaksi-metabolisme-katabolisme-karbohidrat.html


3.Siklus Krebs / Siklus Asam Sitrat
ü  Asetil-KoA yang telah terbentuk akan menjadi bahan baku pada siklus selanjutnya, yaitu siklus Krebs. Oleh karena itu, Asetil Ko-A disebut senyawa intemediate atau senyawa antara. Siklus Krebs terjadi di matriks mitokondria dan disebut juga siklus asam trikarboksilat. Hal ini disebabkan siklus Krebs tersebut menghasilkan senyawa yang mempunyai 3 gugus karboksil, seperti asam sitrat dan asam isositrat.
ü  Asetil koenzim A hasil dekarboksilasi oksidatifmemasuki matriks mitokondria untuk bergabung dengan asam oksaloasetat dalam siklus Krebs, membentuk asam sitrat. Demikian seterusnya, asam sitrat membentuk bermacam-macam zat dan akhirnya membentuk asam oksaloasetat lagi.
  •         Hasil siklus krebs 6 NADH,2 2FADH2, 2 ATP dan 4 co2


Berikut ini tahapan-tahapan dari 1 kali siklus Krebs:
  1. Asetil Ko-A (2 atom C) menambahkan atom C pada oksaloasetat (4 atom C) sehingga dihasilkan asam sitrat (6 atom C).
  2. Sitrat menjadi isositrat (6 atom C) dengan melepas H2O dan menerima H2O kembali.
  3. Isositrat melepaskan CO2 sehingga terbentuk - ketoglutarat (5 atom C).
  4. α-ketoglutarat melepaskan CO2. NAD+ sebagai akseptor atau penerima elektron) untuk membentuk NADH dan menghasilkan suksinil Ko-A (4 atom C).
  5. Terjadi fosforilasi tingkat substrat pada pembentukan GTP (guanosin trifosfat) dan terbentuk suksinat (4 atom C).
  6. Pembentukan fumarat (4 atom C) melalui pelepasan FADH2.
  7. Fumarat terhidrolisis (mengikat 1 molekul H2O) sehingga membentuk malat (4 atom C).
  8. Pembentukan oksaloasetat (4 atom C) melalui pelepasan NADH.
Skema siklus Krebs
Gambar.3.Siklus Krebs
http://www.nafiun.com/2012/11/siklus-krebs.html


4. Rantai transport electron
v  Transfer elektron atau transpor elektron merupakan proses produksi ATP (energi) dari NADH dan FADH2 yang dihasilkan dalam glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus krebs. Transfer elektron terjadi di membran dalam mitokondria (krista), yang dibantu oleh kelompok-kelompok protein yang terdapat pada membran tersebut
v  Pada membran dalam mitokondria terdapat komplek protein I, komplek protein II, ubiquinon (Q), komplek protein III, sitokrom c (cyt c), dan komplek protein IV. Elektron akan ditransfer ke masing-masing protein tersebut untuk membentuk ATP. Sedangkan molekul O2 akan berperan sebagai penerima elekron terakhir yang nantinya akan berubah menjadi H2O.  ATP akan dihasilkan oleh enzim ATP sintase melalui proses yang disebut kemiosmosis.

Tahapan transfer elektron adalah sebagai berikut.
  1. NADH akan melepaskan elektronnya (e-) kepada komplek protein I. Peristiwa ini membebaskan energi yang memicu dipompanya H+ dari matriks mitokondria menuju ruang antar membran. NADH yang telah kehilangan elektron akan berubah menjadi NAD+.
  2. Elektron akan diteruskan kepada ubiquinon.
  3. Kemudian elektron diteruskan pada komplek protein III. Hal ini akan memicu dipompanya Hkeluar menuju ruang antar membran.
  4. Elektron akan diteruskan kepada sitokrom c.
  5. Elektron akan diteruskan kepada komplek protein IV. Hal ini juga akan memicu dipompanya H+  keluar menuju ruang antar membran.
  6. Elektron kemudian akan diterima oleh molekul oksigen, yang kemudian berikatan dengan 2 ion H+  membentuk H2O.
  7. Bila dihitung, transfer elektron dari bermacam-macam protein tadi memicu dipompanya 3 H+  keluar menuju ruang antar membran. H+  atau proton tersebut akan kembali menuju matriks mitokondria melalui enzim yang disebut ATP sintase.
  8. Lewatnya H+  pada ATP sintase akan memicu enzim tersebut membentuk ATP secara bersamaan. Karena terdapat 3 H yang masuk kembali ke dalam matriks, maka terbentuklah 3 molekul ATP.
  9. Proses pembentukan ATP oleh enzim ATP sintase tersebut dinamakan dengan kemiosmosis.
 transfer elektron
Gambar.4.Transport Elektron
https://www.edubio.info/2015/08/proses-dan-tahapan-transfer-elektron.html

 Bagaimana dengan elektron yang berasal dari FADH2 ?
      FADH akan mentransfer elektronnya bukan kepada komplek protein I, namun pada komplek protein II. Transfer pada komplek protein II tidak memicu dipompanya H keluar menuju ruang antar membran. Setelah dari komplek protein II, elektron akan ditangkap oleh ubiquinon dan proses selanjutnya sama dengan transfer elektron dari NADH. Jadi pada transfer elektron yang berasal dari FADH, hanya terjadi 2 kali pemompaan H keluar menuju ruang antar mebran. Oleh sebab itu dalam proses kemiosmosis hanya terbentuk 2 molekul ATP saja.

Jadi kesimpulannya adalah:

  • Transfer elektron merupakan tahapan terakhir dari respirasi aerob yang nantinya akan menghasilkan ATP dan H2O sebagai hasil akhirnya. Dalam transfer elektron, oksigen berperan sebagai penerima elektron terakhir yang nantinya akan membentuk H2O yang akan dikeluarkan dari sel.
  • Disebut dengan transfer elektron karena dalam prosesnya terjadi transfer elektron dari satu protein ke protein yang lain. Elektron yang ditransfer berasal dari NADH dan FADHyang telah terbentuk sebelumnya.  Elektron akan ditransfer dari tingkat energi tinggi menuju tingkat energi yang lebih rendah sehingga akan melepaskan energi yang akan digunakan untuk membentuk ATP.
  • Pada membran dalam mitokondria terdapat komplek protein I, komplek protein II, ubiquinon (Q), komplek protein III, sitokrom c (cyt c), dan komplek protein IV. Elektron akan ditransfer ke masing-masing protein tersebut untuk membentuk ATP. Sedangkan molekul O2 akan berperan sebagai penerima elekron terakhir yang nantinya akan berubah menjadi H2O.  ATP akan dihasilkan oleh enzim ATP sintase melalui proses yang disebut kemiosmosis.

      

Enzim dan Metabolisme Kelas XII

I.Enzim dan Metabolisme

A.PENGERTIAN METABOLISME
u  Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimiawi untuk mengubah zat-zat yang menghasilkan energy maupun memerlukan energy yang terjadi didalam sel tubuh.

Metabolisme dibedakan menjadi dua macam;
1. KATABOLISME
u  Reaksi penguraian senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dan menghasilkan energy (eksergonik).
u  Contoh senyawa karbohidrat,lemak dan protein.

2. ANABOLISME
Ø  Reaksi penyusunan dari senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks dan memerlukan energy (endergonic)
B.ENZIM
u  Proses metabolisme melibatkan enzim dan ATP (Adenosin triphosphate).
u  Dalam Bahasa Yunani  (en=dalam, zyme=ragi).
u  Senyawa protein yang dihasilkan oleh mahluk hidup yang fungsinya sebagai biokatalisator.
u  Meningkatkan laju reaksi metabolisme tapi tidak ikut bereaksi.
u  Substrat merupakan zat yang dipengaruhi oleh enzim.
u  Hasil reaksinya disebut produk.

Berdasarkan tempat kerjanya enzim dibedakan menjadi dua;
1. Enzim Intraseluler
      Enzim yang bekerja didalam sel. Contoh enzim katalase yang menguraikan  senyawa hydrogen           peroksida (racun)  menjadi senyawa hydrogen dan oksigen
2.  Enzim ekstraseluler
     adalah enzim yang bekerja            di luar sel. Contoh enzim                              pencernaan yang           disekresikan oleh organ pencernaan.


Komponen penyusun enzim, terdiri atas:
1. Apoenzim (protein)
Bersifat labil (mdah berubah) dan dipengaruhi oleh suhu dan pH
2. Gugus protestik (non protein)
Berupa senyawa organic dan  ion anorganik. Gugus protestik dari ion     anorganik disebut kofaktor, misal ;kalsium,klor dan natrium.Kofaktor berfungsi sebagai katalis berfungsi untuk meningkatkan fungsi   enzim. Koenzim merupakan gugus protestik dari senyawa organic,contoh; vitamin B1 (tiamin), Vitamin H (bitin).Fungsi koenzim untuk memindahkan gugus kimia, atom dan electron dari satu enzim ke enzim lainnya.

Sifat Enzim;
u  Menggumpal jika dipanaskan. Suhu yang panas akan mengubah struktur enzim
u  Hanya bekerja pada substrat tertentu
u  Sebagai katalis akan mempercepat terjadinya reaksi
u  Dapat digunakan berulang kali, tapi dapat rusak sehingga harus diganti
u  Dibutuhkan dalam jumlah sedikt
u  Dapat bekerja bolak balik atau dua arah

Cara Kerja Enzim;
q  Enzim meningkatkan laju reaksi kimia dengan menurunkan energy aktivasi
q  Energi aktivasi adalah energy minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia terjadi.
q  Energi aktivasi yang besar menyebabkan rintangan terjadinya reaksi.
q  Suhu tinggi akan mematikan sel
q  Enzim membantu reaksi berlangsung tanpa mematikan sel

Teori Cara kerja enzim, ada dua;
1. TEORI GEMBOK DENGAN ANAK KUNCI (LOCK AND KEY THEORY)
u  Bentuk sisi aktif enzim sangat spesifik sehingga substrat harus mempunyai bentuk molekul tertentu yang sesuai. Enzim akan bergabung dengan substrat membentuk ikatan kompleks ibarat sebuah gembok dengan anak anak kuncinya. Tetapi, jika bentuk sisi aktif enzim dengan substrat tidak cocok, tidak akan terjadi ikatan kompleks.
u  Dalam ikatan kompleks, substrat akan bereaksi dengan energi aktivasi (EA) yang rendah. Setelah terjadi reaksi dan terbentuk produk maka enzim akan terbebaskan. Pada saat sisi aktif enzim sudah kosong kembali tetapi masih tersedia molekul substrar lainnya, akan terjadi ikatan dan reaksi kembali, dan seterusnya.



Gambar.1. Anak Gembok Dengan Anak Kunci
http://www.ebiologi.net/2016/01/cara-kerja-enzim-menurut-teori-lock-and.html


2. TEORI KECOCOKAN INDUKSI (INDUCED FIT  THEORY)
Ø     Enzim memiliki bentuk sisi aktif yang fleksibel (tidak kaku).
Pada saat substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif enzim akan termodifikasi melingkupi substrat sehingga terbentuk ikatan kompleks antara enzim dengan substrat.
Setelah produk terlepas maka sisi aktif enzim akan kembali seperti semula. Jika masih ada substrat yang lain maka akan terjadi ikatan kompleks kembali dan seterusnya.


Gambar.2.Teori Kecocokan Induksi
http://bionce-bioscience.blogspot.com/p/bab-2.html

Berdasarkan sifat ikatannya, inhibitor dapat dibedakan menjadi 2 jenis sebagai berikut:
1. INHIBITOR IRREVERSIBLE
u  Jika inhibitor berikatan dengan sisi aktif enzim secara kovalen, sehingga memiliki ikatan yang kuat dan tidak dapat terlepas. Hal tersebut mengakibatkan enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula.
u  Contoh inhibitor irreversible adalah PMSF (Poly Methyl Sulfonil Fluoride). PMSF dapat berikatan kovalen dengan kompleks enzim. PMSF biasanya digunakan dalam kelarutan protein untuk menonaktifkan protease yang mencerna protein.
2. INHIBITOR REVERSIBLE
u  Jika inhibitor berikatan dengan enzim secara lemah. Artinya, inhibitor dapat terlepas kembali dari enzim sehingga enzim dapat kembali aktif seperti semula.
u  Contoh inhibitor reversible adalah EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid). EDTA atau asam kompleks merupakan senyawa inhibitor bagi enzim golongan protease logam karena kemampuannya dalam mengelat ion logam.

Inhibitor reversible dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu inhibitor reversible kompetitif dan inhibitor reversible nonkompetitif.
1  )      Inhibitor reversible
u  Inhibitor reversible kompetitif menempati sisi aktif enzim dengan cara bersaing dengan substrat. Penghambatan ini dapat dihilangkan dengan cara menambah jumlah konsentrasi substrat sehingga jumlah substrar akan lebih banyak daripada jumlah inhibitor. Contohnya gas sianida yang bersaing dengan oksigen untuk dapat berikatan dengan hemoglobin (Hb). jika jumlah oksigen diperbanyak, sianida yang merupakan inhibitor akan salah bersaing dengan oksigen (O2) sebagai substrat.
u  Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sama dengan molekul substrat, inhibitor ini melekat pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi pembentukan ikatan kompleks enzim-substrat. 
2. INHIBITOR REVERSIBLE NONKOMPETITIF
  1. Inhibitor reversible nonkompetitif tidak bersaing secara langsung dengan substrat untuk menempati sisi enzim, tetapi akan menempati bagian lain dari enzim. Interaksi ini akan menyebabkan bagian lain dari enzim. Interaksi ini akan menyebabkan molekul enzim mengubah bentuknya sehingga sisi aktif enzim menjadi tidak reseptif atau tidak dapat menerima substrat. Akibatnya, enzim menjadi kurang efektif dalam mengatalisis perubahan substrat menjadi produk. Contohnya antibiotik penisilin yang membatasi sisi aktif enzim-enzim pada bakteri untuk membentuk dinding sel.
  2. Inhibitor non-kompetitif dapat melekat pada sisi enzim yang bukan merupakan sisi aktif, dan membentuk kompleks enzim-inhibitor. Inhibitor ini mengubah bentuk/struktur enzim, sehingga sisi aktif enzim menjadi tidak berfungsi dan substrat tidak dapat berikatan dengan enzim tersebut.

Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim
q  Suhu
Semua enzim membutuhkan suhu yang cocok agar dapat bekerja dengan biak. Laju reaksi biokimia meningkat seiring kenaikan suhu. Hal ini karena panas meningkatkan energi kinetik dari molekul sehingga menyebabkan jumlah tabrakan diantara molekul-molekul meningkat.

Sedangkan dalam kondisi suhu rendah, reaksi menjadi lambat karena hanya terdapat sedikit kontak antara substrat dan enzim.

Namun, suhu yang ekstrim juga tidak baik untuk enzim. Di bawah pengaruh suhu yang sangat tinggi, molekul enzim cenderung terdistorsi, sehingga laju reaksi pun jadi menurun. Enzim yang terdenaturasi gagal melaksanakan fungsi normalnya. Dalam tubuh manusia, suhu optimum di mana kebanyakan enzim menjadi sangat aktif berada pada kisaran 35°C sampai 40°C. Ada juga beberapa enzim yang dapat bekerja lebih baik pada suhu yang lebih rendah daripada ini.
q  Nilai pH
Efisiensi suatu enzim sangat dipengaruhi oleh nilai pH atau derajat keasaman sekitarnya. Ini karena muatan komponen asam amino enzim berubah bersama dengan perubahan nilai pH. Secara umum, kebanyakan enzim tetap stabil dan bekerja baik pada kisaran pH 6 dan 8. Tapi, ada beberapa enzim tertentu yang bekerja dengan baik hanya di lingkungan asam atau basa.

Nilai pH yang menguntungkan bagi enzim tertentu sebenarnya tergantung pada sistem biologis tempat enzim tersebut bekerja. Ketika nilai pH menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka struktur dasar enzim dapat mengalami perubahan. Sehingga sisi aktif enzim tidak dapat mengikat substrat dengan benar, sehingga aktivitas enzim menjadi sangat terpengaruhi. Bahkan enzim dapat sampai benar-benar berhenti berfungsi.

Gambar.3.Hubungan PH dengan Enzim
https://biologigonz.blogspot.com/2015/10/soal-biologi-ukg-2015.html


q  Konsentrasi Substrat
Jelas saja konsentrasi substrat yang lebih tinggi berarti lebih banyak jumlah molekul substrat yang terlibat dengan aktivitas enzim. Sedangkan konsentrasi substrat yang rendah berarti lebih sedikit jumlah molekul substrat yang dapat melekat pada enzim, menyebabkan berkurangnya aktivitas enzim.

Tapi ketika laju enzimatik sudah mencapai maksimum dan enzim sudah dalam kondisi paling aktif, peningkatan konsentrasi substrat tidak akan memberikan perbedaan dalam aktivitas enzim. Dalam kondisi seperti ini, di sisi aktif semua enzim terus terdapat substrat, sehingga tidak ada tempat untuk substrat ekstra.
q  Konsentrasi Enzim
Semakin besar konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi akan semakin cepat pula. Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi, tentunya selama masih ada substrat yang perlu diubah menjadi produk.
q  Aktivator & Inhibitor
Aktivator merupakan molekul yang membantu enzim agar mudah berikatan dengan substrat. 



DAFTAR PUSTAKA
Gaman, P.M & K.B. Sherrington, 1994, Ilmu Pangan, Pengantar Ilmu Pangan,  Nutrisi dan Mikrobiologi ,Universitas Gadjah Mada press. Yogyakarta.
           
Wirahadikusumah, M. 1989, Biokimia   protein, enzim, dan asam nukleat , Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Kartasapoetra,A.G, 1994, Teknologi Penanganan Pasca Panen, Rineka Cipta.  Jakarta.
Pujiyanti, Sri, 2007, Menjelajah Dunia Biologi , Platinum. Jakarta.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda